Breaking News

Indonesia

Pengetahuan

Teknologi

Jepang

Rabu, 22 Juni 2016

Beberapa Hal Yang Sama Dari Naruto Dan One Piece





Beberapa Hal Yang Sama Dari Naruto Dan One Piece

1.  Masing-masing tokoh protagonis memiliki impian yang besar.



Dari serial fiksi Naruto, tokoh utama yaitu Uzumaki Naruto memiliki cita-cita yaitu menjadi Hokage kelak nanti. Sedangkan tokoh utama dari One Piece yaitu Monkey D. Luffy memiliki cita-cita menjadi Raja Bajak Laut (海賊王 Kaizoku-Ō? 




2.  Sebuah simbol yang mereka jaga.



Luffy mendapakan topi yang menjadi ciri khas nya dari seorang bajak laut hebat Shank (Yonkou). Sedangkan Naruto mendapatkan ikat kepalanya dari Iruka, guru yang sangat ia hormati. Prosesnya pun cukup sama, ketika itu Luffy tenggelam dan dimangsa monster raksasa, lalu Shank menolongnya dan mengorbankan tangannya, setelah itu Shank langsung memberikan topinya kepada Luffy. Dan Naruto pada saat itu diserang oleh Mizuki, lalu Iruka berusaha menolongnya dan mengorbankan punggungnya terkena shuriken besar. Setelah itu Iruka langsung memberikan ikat kepalanya kepada Naruto.




3.  Kekuatan yang mereka dapat berasal dari sebuah BUAH AJAIB.




Dalam serial One Piece kita sudah pasti tahu kalau Luffy telah memekan Buah Karet ( Gomu Gomu no Mi ) dan dalam ceritanya ternyata banyak sekali Buah Setan (悪魔の実Akuma no Mi) yang tampil. Buah Setan itu sendiri perwujudan dari Iblis Lautan. Sedangkan dalam serial Naruto kita juga tahu kalau Kaguya Otsutsuki telah memakan Buah Chakra (チャクラの実, Chakura no Mi), yang menyebabkan dia dan keturunannya memiliki kekuatan/chakra yang menakjubkan.





4.  Inisial dan klan yang misterius.




Di One Piece ada inisial "D", dipakai oleh tokoh utama Monkey D. Luffy dan beberapa tokoh penting lainnya. Inisal D ini sangat misterius karena berhubungan dengan sejarah kelam yang sampai sekarang belum terkuak kebenarannya. Naruto dengan klan Uzumaki yang hampir semuanya memiliki ciri fisik berambut merah. Klan yang sangat misterius keberadaanya dibanding klan lainnya, sempat menjadi klan paling ditakuti karena kekuatan penyegelannya hingga berbagai klan lainnya menyerang dan sekarang entah pergi kemana sisa klan tersebut. Baik dari One Piece maupun Naruto, baik "Will of D" maupun Klan Uzumaki memiliki tokoh-tokoh yang Protagonis maupun Antagonis.




5.  Sama-sama memiliki sosok Manusia Ikan.




Dalam serial One Piece banyak sekali Manusia Ikan yang tampil, dimulai dari Kru Bajak Laut Arlong, Kru Bajak Laut Matahari, Kru Bajak Laut Manusia Ikan dan masih banyak lagi. Dan dalam serial Naruto ada tokoh yang menyerupai Manusia Ikan walau belum diketahui kejelasan asal usulnya, yaitu Kisame Hoshigaki si Monster dari Negeri Kabut yang merupakan anggota Akatsuki.




6.  Luffy dan Naruto memiliki Guru yang tersayat di bagian mata.




Dalam serial Naruto kita pastinya tahu kalau Hatake Kakashi memiliki sayatan di mata kirinya saat dia masih kecil. Dan dalam serial One Piece ada Silvers Rayleigh yang memiliki sayatan di mata kanannya, walau kita belum tahu kapan sayatan itu mulai ada. Dan kedua tokoh tersebut merupakan sosok pembimbing bagi tokoh Protagonis utama baik di One Piece maupun Naruto.






7.  Memiliki tokoh-tokoh Mesum yang aneh.



Dalam serial Naruto ada Jiraiya atau biasa disebut Ero Sennin, Hokage ke 3, Ebisu, Iruka, Kakashi, Yamato, Naruto, Konohamaru dan banyak lagi dan ada juga yang wanita. Dan dalam serial One Piece kita pasti tahu ada beberapa tokoh yang Mesum, dimulai dari Sanji, Paulie, Brook, Absalom, Kanjurou, Momonosuke dan beberapa tokoh yang lain. Ada yang unik dari keduanya bila dipadukan. Sanji, Brook dan Jiraiya merupakan tokoh mesum yang terbuka dan suka menggoda wanita. Ebisu, Iruka, Kakashi dan Kanjurou yang merupakan tokoh mesum yang tertutup dan malu-malu. Dan yang paling aneh ada tokoh anak-anak yang sudah mesum terlalu dini yaitu Naruto, Konohamaru dan Momonosuke yang sejak kecil mereka sudah sangat mesum.




8.  Ada sosok yang sudah dianggap mati tapi ternyata masih hidup.



Dalam serial Naruto ada Uchiha Obito yang dianggap sudah mati setelah Perang Dunia Shinobi ke-3 dan selama ini dia menyamar didalam tubuh Tobi/Zetsu Putih. Setelah topeng yang selama ini menyembunyikan wajahnya dipecahkan oleh Naruto dkk. Teman-teman masa kecilnya seperti Maito Guy dan Hatake Kakashi sangat kaget mengetahui dirinya masih hidup. Dan dalam serial One Piece ada Sabo yang dianggap sudah mati setelah kapal kecilnya diledakkan oleh Tenryubito. Tapi saat pertempuran yang memperebutkan Buah Mera Mera dia menampakkan dirinya didepan adik angkatnya Monkey D. Luffy. Luffy pun sangat kaget dan bahagia mengetahui saudara angkatnya itu ternyata masih hidup. Tapi ada yang berbeda dari keduanya. Obito yang sejak awal cerita menjadi tokoh jahat karena pengaruh Madara lalu menjadi penolong Tim Kakashi. Sedangkan Sabo sejak awal menjadi tokoh yang mendukung pemeran utama yaitu Luffy.




9.  Melakukan Pembunuhan/Kejahatan atas nama Tuhan/Dewa.




Dalam serial Naruto ada Hidan dari Desa Yugakure yang merupakan salah satu anggota Akatsuki. Dia membunuh seseorang untuk ia korbankan pada Jashin-sama yaitu Dewa yang ia puja dengan melakukan ritual menyakiti dirinya sendiri. Dan dalam serial One Piece ada Caribou dan krunya yang selalu memohon pada Kami-sama atau Dewanya sebelum membunuh/mengubur seseorang. Jika dilihat kedua sosok ini menggambarkan kefanatikan seseorang terhadap Agama sehingga mereka rela membunuh untuk memuja Dewa mereka tersebut.






10.  Naruto dan Luffy memiliki masa kecil yang kelam.



Dalam serial One Piece dikisahkan masa kecil yang dilalui Monkey D. Luffy cukup berat. Sempat hampir dimakan monster laut, dididik secara keras oleh kakeknya, hidup bersama sekelompok bandit, bahkan hidup bersama-sama Ace dan Sabo yang juga seorang anak-anak didalam hutan dan tempat pembuangan sampah. Pada awalnya Luffy tidak tahu menahu soal kedua orang tuanya yang ia tahu ia cuma memiliki seorang kakek yaitu Garp Sang Pahlawan, tapi ia kemudian tahu bahwa ayahnya yang bernama Dragon Sang Revolusioner masih hidup dan sempat bertemu dengannya tapi ia tidak mengetahuinya. Dikisahkan dalam serial Naruto bahwa Naruto sejak masih bayi sudah ditinggal mati oleh kedua orang tuanya saat melawan Kyuubi yang dikendalikan Obito. Naruto awalnya tidak tahu siapa orang tuanya, bahkan saat ia kecil ia sangat dibenci oleh semua orang karena dalam tubuhnya tersimpan Monster Berekor Sembilan alias Kyuubi. Tapi dikemudian hari iapun tahu siapa kedua orang tuanya yaitu Hokage ke-4 Namikaze Minato dan Jinchuriki Kyuubi sebelumya Uzumaki Kushina.














to be continue


Baca selengkapnya ...

Jumat, 25 Maret 2016

Warna dalam huruf kanji beserta arti dan ejaannya

Warna dalam huruf kanji beserta arti dan ejaannya





黒 = Hitam (Jepang [ Kuro ] , Tiongkok [ Hēi ])

白 = Putih (Jepang [ Shiro ] , Tiongkok [ Bái ])

灰色 = Abu-abu  (Jepang [ Haiiro ] , Tiongkok [ Huīsè ])

茶色 = Coklat/Coklat Gelap (Jepang [ Chairo ] ,Tiongkok [ Chásè ])

赤 = Merah (Jepang [ Aka ] , Tiongkok [ Chì ])

橙色 = Oranye/Jingga (Jepang [ Daidai ] , Tiongkok [ Chéng ])

黄色 = Kuning (Jepang [ Kiiro ] , Tiongkok [ Huángsè ])

緑 = Hijau (Jepang [ Midori ] , Tiongkok [ ])

青 = Biru (Jepang) [ Ao ] , hijau (Tiongkok) [ Qīng ]

蓝 = Nila (Jepang) [ Ran/Ai ] , biru (Tiongkok) [ Lán ]

紫 = Ungu (Jepang [ Murasaki ] , Tiongkok [ ])



tambahan: 
赤 (red)
黄 (yellow)
緑 (green)
青 (blue)
紫 (purple)
黄赤 (yellow red, orange)
黄緑 (yellow green)
青緑 (blue green)



Colors in Japanese · いろ ‎(iro)(layout · text)
    
赤色あかいろ ‎(akairo)
     むらさき ‎(murasaki)    
黄色きいろ ‎(kiiro)
    
みどり ‎(midori)
     ?    
あお ‎(ao)
     ?
    
深紅色しんくしょく ‎(shinkushoku),
クリムゾン ‎(kurimuzon),
紅色べにいろ ‎(benīro),
紅色くれないいろ ‎(kurenaīro)
     マゼンタ ‎(mazenta)     ?     ?    
シアン ‎(shian)
     空色そらいろ ‎(sorairo)     ?
    
茶色ちゃいろ ‎(chairo),
褐色かっしょく ‎(kasshoku)
    
ピンク ‎(pinku),
桃色ももいろ ‎(momoiro)
    
橙色だいだいいろ ‎(daidaiiro)
     くろ ‎(kuro)    
灰色はいいろ ‎(haiiro),
鼠色ねずみいろ ‎(nezumiiro)
     しろ ‎(shiro)










Baca selengkapnya ...

Senin, 07 Maret 2016

Gerhana Matahari Total di Indonesia 2016




Gerhana Matahari Total di Indonesia 2016: cara dan waktu menyaksikannya

Gerhana akan terjadi di Asia Pasifik pada hari Rabu, 9 Maret, dan akan terlihat dalam bermacam-macam fase mulai dari Jepang sampai ke Australia



 Total gerhana matahari terlihat dari Svalbard, Norwegia, pada tahun 2015. Photograph: Haakon Mosvold Larsen/AP

Baca selengkapnya ...

Minggu, 06 Maret 2016

RUTE-RUTE JALAN NASIONAL DI PULAU JAWA

RUTE-RUTE JALAN NASIONAL


RUTE 1

Rute 1 adalah jalan utama di pulau Jawa yang lebih dikenal dengan nama jalur pantura. Jalan ini melewati 5 provinsi sepanjang pantai utara Jawa, yaitu Banten, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur. Rute ini menghubungkan dua pelabuhan penyeberangan yaitu Merak di ujung Barat pulau jawa dan Ketapang di ujung Timur pulau Jawa. Merak merupakan pelabuhan penyeberangan menuju Sumatera sementara Ketapang merupakan pelabuhan penyeberangan menuju Bali.

Rutenya yaitu Merak – Cilegon – Serang – Tangerang – Jakarta - Bekasi – Tambun - Cikarang - Karawang – Klari - Kosambi - Dawuan - Cikampek – Sukamandi - Pamanukan – Kandanghaur - Lohbener – Jatibarang - Palimanan – Weru - Cirebon – Losari - Tanjung - Pejagan - Brebes - Tegal – Pemalang - Pekalongan – Batang - Weleri - Kendal - Semarang – Demak - Trengguli - Kudus – Pati - Rembang – Bulu - Tuban – Widang - Babat – Lamongan - Gresik – Surabaya – Waru - Sidoarjo – Porong - Gempol - Bangil - Pasuruan – Nguling - Probolinggo – Paiton - Besuki - Panarukan - Situbondo – Bajulmati - Ketapang



RUTE 2

Rute 2 merupakan jalan nasional yang menghubungkan Jakarta di Utara dengan Cibadak, Sukabumi di Selatan. Rute ini terhubung dengan Nasional 1 Jalan Nasional Rute 1 di Jakarta dan Nasional 3 Jalan Nasional Rute 3 di Cibadak.
Pada Rute ini juga terdapat Jalan Tol yaitu Jalan Tol Jagorawi.

Rutenya yaitu Jakarta - Bogor - Ciawi - Benda - Cicurug - Parungkuda - Cibadak




RUTE 3

Jalan Nasional Rute 3 adalah jalan arteri nasional yang menghubungkan Cilegon dengan Ketapang. Jalan Rute 3 biasa disebut jalur selatan jawa karena melintasi kota-kota di wilayah selatan jawa. Rute ini melewati lima provinsi : Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY dan Jawa Timur.
Selain jalan arteri, di rute ini juga terdapat jalan tol antara lain:
1.      Jalan Tol Cikampek-Palimanan.
2.      Jalan Tol Palimanan-Kanci.
3.      Jalan Tol CIkampek-Purwakarta-Padalarang.
4.      Jalan Tol Padalarang-Cileunyi.


Banten
Cilegon– Anyer – Carita – Labuhan - Simpang Labuhan - Cibaliung - Malingping - Bayah - Cibarenok

Jawa Barat
Cisolok - Pelabuhan Ratu - Bagbagan - Cikembang - Cibadak - Cisaat - Sukabumi – Gekbrong - Cianjur – Citarum - Rajamandala - Padalarang – Bandung – Cileunyi – Nagrek – Limbangan - Malangbong – Rajapolah – Ancol – Ciawi – Ciamis

Jawa Tengah
Majenang – Karangpucung - Wangon – Rawalo - Sampang - Buntu – Kebumen – Prembun - Kutoarjo - Purworejo – Karangnongko

Yogyakarta
Temon – Wates – Milir - Sentolo - Yogyakarta – Piyungan - Gading - Wonosari – Semanu

Jawa Tengah
Pracimantoro

Jawa Timur
Pacitan – Panggul – Dongko - Trenggalek – Tulungagung – Blitar – Wlingi - Kepanjen – Gondanglegi – Dampit - Lumajang – Wonorejo – Tanggul - Rambipuji – Jember – Mayang - Sumberjati - Genteng - Wonorekso - Rogojampi - Banyuwangi – Ketapang

RUTE 4

Jalan Nasional Rute 4 adalah Jalan Nasional yang terbentang dari Cikampek sampai Bandung tepatnya di Padalarang. Jalan ini merupakan jalan utama untuk lalu lintas jalan Bandung-Jakarta. Pada Rute ini terdapat sebuah Jalan Tol yaitu Jalan Tol Cipularang.

Rutenya yaitu Cikampek - Cikopo - Sadang - Purwakarta - Plered - Cikalongwetan - Padalarang



RUTE 5

Jalan Nasional Rute 5 merupakan jalan utama yang menghubungkan Bandung tepat di Cileunyi dengan Cirebon tepatnya di Palimanan.

Rutenya yaitu Cileunyi - Jatinangor - Sumedang - Cijelag - Kadipaten - Jatiwangi – Palimanan



RUTE 6

Jalan Nasional Rute 6 adalah jalan utama di pulau jawa yang menghubungkan Tegal di utara dengan Cilacap. Jalan ini menjadi rute utama lalu lintas dari jalur pantura menuju wilayah tengah dan selatan jawa tengah.

Rutenya yaitu Tegal - Slawi - Prupuk - Bumiayu - Ajibarang - Wangon Gumilir – Cilacap



RUTE 7

Jalan Nasional Rute 7 adalah jalan utama di pulau jawa yang menghubungkan Lohbener di barat dengan Cirebon di timur. Rute ini berbeda dengan Rute 1 yang juga menghubungkan Lohbener dengan Cirebon. Pada Rute ini tidak melewati pantura melainkan melewati kota Indramayu.

Rutenya yaitu Indramayu - Karangampel - Gunungjati - Cirebon



RUTE 8

Jalan Nasional Rute 8 adalah jalan utama di pulau jawa yang menghubungkan Purwokerto di utara dengan Gumilir di selatan.Rute ini juga melewati sebagian jalur Nasional 3 Rute 3 yaitu antara Rawalo dan Sampang.

Rutenya yaitu Purwokerto - Patikraja - Rawalo - Nasional 3 Rute 3 - Sampang - Maos - Kesugihan - Slarang – Gumilir


RUTE 9

Jalan Nasional Rute 9 adalah jalan utama di pulau jawa yang menghubungkan Ajibarang di barat dengan Secang di timur. Rute ini merupakan rute tengah yang melewati pegunungan dieng.

Rutenya yaitu Ajibarang - Purwokerto - Sokaraja - Kaliori - Banyumas - Klampok - Banjarnegara - Selokromo - Wonosobo - Krektek - Parakan - Pertigaan Bulu - Kedu - Temanggung - Kranggan – Secang



RUTE 10

Jalan Nasional Rute 10 adalah jalan utama di pulau jawa yang menghubungkan Banyumas di utara dengan Buntu di selatan. Rute ini merupakan rute yang menghubungkan (Nasional 9) Jalan Nasional Rute 9 dengan (Nasional 3) Jalan Nasional Rute 3

Rutenya yaitu Banyumas - Buntu



RUTE 11

Jalan Nasional Rute 11 adalah jalan utama di pulau jawa yang menghubungkan Simpang Labuhan di barat dengan Cianjur di timur. Rute ini melewati wilayah tengah Banten, jalan ini menjadi akses utama selain Jalan Nasional Rute 3 untuk transportasi dari Banten menuju Bandung. Pada jalur Bogor - Ciawi, rute ini juga menggunakan jalan yang sama dengan Jalan Nasional Rute 2.

Rutenya yaitu Simpang Labuhan - Saketi - Pandeglang - Rangkasbitung - Cigelung - Jasinga - Leuwiliang - Bogor - Ciawi - Cisarua - Cipanas - Puncak - Cianjur



RUTE 12



Jalan Nasional Rute 12 adalah jalan utama di pulau jawa yang menghubungkan Jakarta di utara dengan Bogor di selatan. Rute ini merupakan rute selain Jalan Nasional Rute 2 yang menghubungkan Jakarta dengan Bogor. Rute ini menghubungkan Jakarta menuju Bogor melewati Ciputat, Kota Tangerang Selatan.

Rutenya yaitu Jakarta - Ciputat - Sawangan - Parung - Kemang - Bogor



RUTE 13

Jalan Nasional Rute 13 adalah jalan utama di pulau jawa yang sejajar dengan Jalan Nasional Rute 1 pada Jalan Tol Ir. Wiyoto Wiyono yang menghubungkan Tanjung Priok dengan Cawang.

Rutenya yaitu Tanjung Priok - Sunter - Kelapa Gading - Cempaka Putih - Jatinegara – Cawang



RUTE 14

Jalan Nasional Rute 14 adalah jalan arteri nasional di dari Semarang di Utara dan berakhir di Kota Yogyakarta di Selatan. Jalan ini melintasi pegunungan Merapi dan Merbabu di Timur dan Sungai Sumbing di Barat.

Rutenya yaitu Semarang – Ungaran – Bawen – Pringsurat – Secang – Magelang – Keprekan - Muntilan – Salam - Sleman – Yogyakarta



RUTE 15

Jalan Nasional Rute 15 adalah jalan utama di pulau Jawa yang melewati 3 provinsi, yaitu Yogyakarta, Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Rutenya yaitu Yogyakarta – Prambanan – Klaten – Kartosuro – Surakarta - Palur – Sragen - Mantingan - Ngawi – Caruban - Nganjuk - Kertosono - Jombang – Mojokerto - Mlirip – By Pass Krian - Taman – Waru



RUTE 16

Jalan Nasional Rute 16 adalah jalan nasional di pulau Jawa yang menghubungkan Bawen di utara menuju Kartosuro di selatan. Jalan ini merupakan jalan penghubung utama Semarang - Solo. Jalan ini juga sejajar dengan rencana Jalan Tol Semarang-Solo seksi 3, 4 ,dan 5.

Rutenya yaitu Bawen – Salatiga – Boyolali – Kartosuro



RUTE 17

Jalan Nasional Rute 17 adalah jalan utama di pulau Jawa yang menghubungkan Tuban dengan Gresik.

Rutenya yaitu Tuban – Paciran – Sedayu – Gresik



RUTE 18

Jalan Nasional Rute 18 adalah jalan utama di pulau Jawa yang menghubungkan Kota Banjar dengan Pangandaran


Rutenya yaitu Banjar – Kalipucang – Pangandaran



RUTE 19

Jalan Nasional Rute 19 adalah jalan utama di pulau Jawa yang menghubungkan Merak dengan Serdang, Serang menyusuri pantai utara Banten.

Rutenya yaitu Merak – Suralaya – Bojonegara – Serdang



RUTE 20

Jalan Nasional Rute 20 adalah jalan arteri nasional di Jawa Timur. Jalan ini melintasi empat kabupaten.


Rutenya yaitu Babat – Bojonegoro – Cepu - Padangan – Ngawi – Maospati – Madiun – Caruban



RUTE 21

Jalan Nasional Rute 21 adalah jalan utama di pulau Madura, Jawa Timur.

Rutenya yaitu Kamal – Bangkalan – Torjun – Sampang – Pamekasan - Sumenep – Kalianget



RUTE 22

Jalan Nasional Rute 22 adalah jalan utama di pulau Jawa yang menghubungkan Kertosono dengan Tulungagung

Rutenya yaitu Kertosono - Kediri – Ngantru – Tulungagung



RUTE 23

Jalan Nasional Rute 23 adalah jalan utama di pulau Jawa yang menghubungkan Gempol dengan Kepanjen. Jalan ini juga sejajar dengan Jalan Tol Gempol-Pandaan yang akan dioperasikan oleh PT Jasa Marga Pandaan Tol.

Rutenya yaitu Gempol – Pandaan – Purwosari – Purwodadi – Lawang - Singosari – Malang – Kepanjen



RUTE 24

Jalan Nasional Rute 24 adalah jalan utama di pulau Jawa yang menghubungkan Mojokerto dengan Gempol

Rutenya yaitu Mojokerto - Mojosari – Gempol



RUTE 25

Jalan Nasional Rute 25 adalah jalan utama di pulau Jawa yang menghubungkan Probolinggo dengan Wonorejo.


Rutenya yaitu Probolinggo - Ranuyoso - Klakah - Grobogan – Wonorejo











Baca selengkapnya ...

Senin, 22 Februari 2016

Mengenal Agama Shinto

Shinto



Shinto (神道 Shintō?, secara harfiah bermakna "jalan/jalur dewa") adalah sebuah agama yang berasal dari Jepang. Dari masa Restorasi Meijihingga akhir Perang Dunia II, Shinto adalah agama resmi di Jepang.
Shinto sebagai agama asli bangsa Jepang, agama tersebut memiliki sifat yang cukup unik. Proses terbentuknya, bentuk-bentuk upacara keagamaannya maupun ajaran-ajarannya memperlihatkan perkembangan yang sangat ruwet. Banyak istilah-istilah dalam agama Shinto yang sukar dialih bahasakan dengan tepat ke dalam bahasa lainnya. Kata-kata Shinto sendiri sebenarnya berasal dari bahasa China yang berarti “jalan para dewa”, “pemujaan para dewa”, “pengajaran para dewa”, atau “agama para dewa”. Dan nama Shinto itu sendiri baru dipergunakan untuk pertama kalinya untuk menyebut agama asli bangsa Jepang itu ketika agama Buddha dan agama konfusius (Tiongkok) sudah memasuki Jepang pada abad keenam masehi.
Pertumbuhan dan perkembagan agama serta kebudayaan Jepang memang memperlihatkan kecenderungan yang asimilatif. Sejarah Jepang memperlihatkan bahwa negeri itu telah menerima berbagai macam pengaruh, baik kultural maupun spiritual dari luar. Semua pengaruh itu tidak menghilangkan tradisi asli, dengan pengaruh-pengaruh dari luar tersebut justru memperkaya kehidupan spiritual bangsa Jepang. Antara tradisi-tradisi asli dengan pengaruh-pengaruh dari luar senantiasa dipadukan menjadi suatu bentuk tradisi baru yang jenisnya hampir sama. Dan dalam proses perpaduan itu yang terjadi bukanlah pertentangan atau kekacauan nilai, melainkan suatu kelangsungan dan kelanjutan. Dalam bidang spiritual, pertemuan antara tradisi asli Jepang dengan pengaruh-pengaruh dari luar itu telah membawa kelahiran suatu agama baru yaitu agama Shinto, agama asli Jepang.


Pengertian

Shinto adalah kata majemuk daripada “Shin” dan “To”. Arti kata “Shin” adalah “roh” dan “To” adalah “jalan”. Jadi “Shinto” mempunyai arti lafdziah “jalannya roh”, baik roh-roh orang yang telah meninggal maupun roh-roh langit dan bumi. Kata “To” berdekatan dengan kata “Tao” dalam taoisme yang berarti “jalannya Dewa” atau “jalannya bumi dan langit”. Sedang kata “Shin” atau “Shen” identik dengan kata “Yin” dalam taoisme yang berarti gelap, basah, negatif dan sebagainya ; lawan dari kata “Yang”. Dengan melihat hubungan nama “Shinto” ini, maka kemungkinan besar Shintoisme dipengaruhi faham keagamaan dari Tiongkok. Sedangkan Shintoisme adalah faham yang berbau keagamaan yang khusus dianut oleh bangsa Jepang sampai sekarang. Shintoisme merupakan filsafat religius yang bersifat tradisional sebagai warisan nenek moyang bangsa Jepang yang dijadikan pegangan hidup. Tidak hanya rakyat Jepang yang harus menaati ajaran Shintoisme melainkan juga pemerintahnya juga harus menjadi pewaris serta pelaksana agama dari ajaran ini.

Sumber Penulisan

  • Pertama sumber luar (asing) yang banyak ditemukan pada sejumlah buku atau site seperti wikipedia misalnya, menjelaskan dengan cukup detail tentang agama ini.
  • Kedua, ajaran Shinto menurut versi negara terutama saat agama ini ditetapkan sebagai agama resmi zaman Meiji dahulu. Doktrin dan ajaran mulai ditulis yang sepertinya lebih difokuskan pada ajaran kesetiaan pada negara dan kaisar.
  • Ketiga, sumber dari lembaga pendidikan seperti Encyclopedia Shinto.
  • Dan yang terakhir adalah sumber dari masyarakat itu sendiri.

Sejarah

Shintoisme (agama Shinto) pada mulanya adalah merupakan perpaduan antara faham serba jiwa (animisme) dengan pemujaan terhadap gejala-gejala alam. Shintoisme dipandang oleh bangsa Jepang sebagai suatu agama tradisional warisan nenek moyang yang telah berabad-abad hidup di Jepang, bahkan faham ini timbul daripada mitos-mitos yang berhubungan dengan terjadinya negara Jepang. Latar belakang historis timbulnya Shintoisme adalah sama-sama dengan latar belakang historis tentang asal usul timbulnya negara dan bangsa Jepang. Karena yang menyebabkan timbulnya faham ini adalah budidaya manusia dalam bentuk cerita-cerita pahlawan (mitologi) yang dilandasi kepercayaan animisme, maka faham ini dapat digolongkan dalam klasifikasi agama alamiah. Nama Shinto muncul setelah masuknya agama Buddha ke Jepang pada abad keenam masehi yang dimaksudkan untuk menyebut kepercayaan asli bangsa Jepang. Selama berabad-abad antara agama Shinto dan agama Buddha telah terjadi percampuran yang sedemikian rupa (bahkan boleh dikatakan agama Shinto berada di bawah pengaruh kekuasaan agama Buddha) sehingga agama Shinto senantiasa disibukkan oleh usaha-usaha untuk mempertahankan kelangsungan “hidupnya” sendiri. Pada perkembangan selanjutnya, dihadapkan pertemuan antara agama Budha dengan kepercayaan asli bangsa Jepang (Shinto) yang akhienya mengakibatkan munculnya persaingan yang cukup hebat antara pendeta bangsa Jepang (Shinto) dengan para pendeta agama Buddha, maka untuk mempertahankan kelangsungan hidup agama Shinto para pendetanya menerima dan memasukkan unsur-unsur Buddha ke dalam sistem keagamaan mereka. Akibatnya agama Shinto justru hampir kehilangan sebagian besar sifat aslinya. Misalnya, aneka ragam upacara agama bahkan bentuk-bentuk bangunan tempat suci agama Shinto banyak dipengaruhi oleh agama Buddha. Patung-patang dewa yang semula tidak dikenal dalam agama Shinto mulai diadakan dan ciri kesederhanaan tempat-tempat suci agama Shinto lambat laun menjadi lenyap digantikan dengan gaya yang penuh hiasan warna-warni yang mencolok.
Tentang pengaruh agama Buddha yang lain nampak pada hal-hal seperti anggapan bahwa dewa-dewa Shintoisme merupakan Awatara Buddha (penjelmaan dari Buddha dan Bodhisatwa), Dainichi Nyorai (cahaya besar) merupakan figur yang disamakan dengan Waicana (salah satu dari dewa-dewa penjuru angin dalam Budhisme Mahayana), hal im berlangsung sampai abad ketujuh belas masehi. Setelah abad ketujuh belas timbul lagi gerakan untuk menghidupkan kembali ajaran Shinto murni di bawah pelopor Kamamobuchi, Motoori, Hirata, Narinaga dan lain-lain dengan tujuan bangsa Jepang ingin membedakan “Badsudo” (jalannya Buddha) dengan “Kami” (roh-roh yang dianggap dewa oleh bangsa Jepang) untuk mempertahankan kelangsungan kepercayaannya. Pada abad kesembilan belas tepatnya tahun 1868 agama Shinto diproklamirkan menjadi agama negara yang pada saat itu agama Shinto mempunyai 10 sekte dan 21 juta pemeluknya. Sejak saat itu dapat dikatakan bahwa paham Shintoisme merupakan ajaran yang mengandung politik religius bagi Jepang, sebab saat itu taat kepada ajaran Shinto berarti taat kepada kaisar dan berarti pula berbakti kepada negara dan politik negara.


Kepercayaan dan Peribadatan Agama Shinto

Kepercayaan agama Shinto

Dalam agama Shinto yang merupakan perpaduan antara faham serba jiwa (animisme) dengan pemujaan terhadap gejala-gejala alam mempercayai bahwasanya semua benda baik yang hidup maupun yang mati dianggap memiliki ruh atau spirit, bahkan kadang-kadang dianggap pula berkemampuan untuk bicara, semua ruh atau spirit itu dianggap memiliki daya kekuasaan yang berpengaruh terhadap kehidupan mereka (penganut Shinto), daya-daya kekuasaan tersebut mereka puja dan disebut dengan “Kami”. Istilah “Kami” dalam agama Shinto dapat diartikan dengan “di atas” atau “unggul”, sehingga apabila dimaksudkan untuk menunjukkan suatu kekuatan spiritual, maka kata “Kami” dapat dialih bahasakan (diartikan) dengan “Dewa” (Tuhan, God dan sebagainya). Jadi bagi bangsa Jepang kata “Kami” tersebut berarti suatu objek pemujaan yang berbeda pengertiannya dengan pengertian objek-objek pemujaan yang ada dalam agama lain.
Dewa-dewa dalam agama Shinto jumlahnya tidak terbatas, bahkan senantiasa bertambah, hal ini diungkapkan dalam istilah “Yao-Yarozuno Kami” yang berarti “delapan miliun dewa”. Menurut agama Shinto kepercayaan terhadap berbilangnya tersebut justru dianggap mempunyai pengertian yang positif. Sebuah angka yang besar berarti menunjukkan bahwa para dewa itu memiliki sifat yang agung, maha sempurna, maha suci dan maha murah. Oleh sebab itu angka-angka seperti 8, 80, 180, 5, 100, 10, 50, 100, 500 dan seterusnya dianggap sebagai angka-angka suci karena menunjukkan bahwa jumlah para dewa itu tidak terbatas jumlahnya. Dan seperti halnya jumlah angka dengan bilangannya yang besar maka bilangan itu juga menunjukkan sifat kebesaran dan keagungan “Kami”. Pengikut-pengikut agama Shinto mempunyai semboyan yang berbunyi “Kami negara – no – mishi” yang artinya : tetap mencari jalan dewa. Kepercayaan kepada “Kami” daripada benda-benda dan seseorang, keluarga, suku, raja-raja sampai kepada “Kami” alam raya menimbulkan kepercayaan kepada dewa-dewa. Orang Jepang (Shinto) mengakui adanya dewa bumi dan dewa langit (dewa surgawi) dan dewa yang tertinggi adalah Dewi Matahari (Ameterasu Omikami) yang dikaitkan dengan pemberi kamakmuran dan kesejahteraan serta kemajuan dalam bidang pertanian.
Disamping mempercayai adanya dewa-dewa yang memberi kesejahteraan hidup, mereka juga mempercayai adanya kekuatan gaib yang mencelakakan, yakni hantu roh-roh jahat yang disebut dengan Aragami yang berarti roh yang ganas dan jahat. Jadi dalam Shintoisme ada pengertian kekuatan gaib yang dualistis yang satu sama lain saling berlawanan yakni “Kami” versus Aragami (Dewi melawan roh jahat) sebagaimana kepercayaan dualisme dalam agama Zarathustra.
Dari kutipan di atas dapat dilihat adanya tiga hal yang terdapat dalam konsepsi kedewaan agama Shinto, yaitu :
  • Dewa-dewa yang pada umumnya merupakan personifikasi dari gejala-gejala alam itu dianggap dapat mendengar, melihat dan sebagainya sehingga harus dipuja secara langsung.
  • Dewa-dewa tersebut dapat terjadi (penjelmaan) dari roh manusia yang sudah meninggal.
  • Dewa-dewa tersebut dianggap mempunyai spirit (mitama) yang beremanasi dan berdiam di tempat-tempat suci di bumi dan mempengaruhi kehidupan manusia.

Peribadatan agama Shinto

Agama Shinto sangat mementingkan ritus-ritus dan memberikan nilai sangat tinggi terhadap ritus yang sangat mistis. Menurut agama Shinto watak manusia pada dasarnya adalah baik dan bersih. Adapun jelek dan kotor adalah pertumbuhan kedua, dan merupakan keadaan negatif yang harus dihilangkan melalui upacara pensucian (Harae). Karena itu agama Shinto sering dikatakan sebagai agama yang dimulai dengan dengan pensucian dan diakhiri dengan pensucian. Upacara pensucian (Harae) senantiasa dilakukan mendahului pelaksanaan upacara-upacara yang lain dalam agama Shinto.
Ritus-ritus yang dilakukan dalam agama Shinto terutama adalah untuk memuja dewi Matahari (Ameterasu Omikami) yang dikaitkan dengan kemakmuran dan kesejahteraan serta kemajuan dalam bidang pertanian (beras), yang dilakukan rakyat Jepang pada Bulan Juli dan Agustus di atas gunung Fujiyama.

Ritual Shintoisme

Matsuri adalah kata dalam bahasa Jepang yang menurut pengertian agama Shinto berarti ritual yang dipersembahkan untuk Kami, sedangkan menurut pengertian sekularisme berarti festival, perayaan atau hari libur perayaan. Matsuri diadakan di banyak tempat di Jepang dan pada umumnya diselenggarakan jinja atau kuil, walaupun ada juga matsuri yang diselenggarakan gereja dan matsuri yang tidak berkaitan dengan institusi keagamaan. Di daerah Kyushu, matsuri yang dilangsungkan pada musim gugur disebut Kunchi. Sebagian besar matsuri diselenggarakan dengan maksud untuk mendoakan keberhasilan tangkapan ikan dan keberhasilan panen (beras, gandum, kacang, jawawut, jagung), kesuksesan dalam bisnis, kesembuhan dan kekebalan terhadap penyakit, keselamatan dari bencana, dan sebagai ucapan terima kasih setelah berhasil dalam menyelesaikan suatu tugas berat. Matsuri juga diadakan untuk merayakan tradisi yang berkaitan dengan pergantian musim atau mendoakan arwah tokoh terkenal. Makna upacara yang dilakukan dan waktu pelaksanaan matsuri beraneka ragam seusai dengan tujuan penyelenggaraan matsuri. Matsuri yang mempunyai tujuan dan maksud yang sama dapat mempunyai makna ritual yang berbeda tergantung pada daerahnya. Pada penyelenggaraan matsuri hampir selalu bisa ditemui prosesi atau arak-arakan Mikoshi, Dashi (Danjiri) dan Yatai yang semuanya merupakan nama-nama kendaraan berisi Kami atau objek pemujaan. Pada matsuri juga bisa dijumpai Chigo (anak kecil dalam prosesi), Miko (anak gadis pelaksana ritual), Tekomai (laki-laki berpakaian wanita), Hayashi (musik khas matsuri), penari, peserta dan penonton yang berdandan dan berpakaian bagus, dan pasar kaget beraneka macam makanan dan permainan

Matsuri

Matsuri berasal dari kata matsuru (matsuru? menyembah, memuja) yang berarti pemujaan terhadap Kami atau ritual yang terkait. Dalam teologi agama Shinto dikenal empat unsur dalam matsuri: penyucian (harai), persembahan, pembacaan doa (norito), dan pesta makan. Matsuri yang paling tua yang dikenal dalam mitologi Jepang adalah ritual yang dilakukan di depan Amano Iwato. Matsuri dalam bentuk pembacaan doa masih tersisa seperti dalam bentuk Kigansai (permohonan secara individu kepada jinja atau kuil untuk didoakan dan Jichinsai (upacara sebelum pendirian bangunan atau konstruksi). Pembacaan doa yang dilakukan pendeta Shinto untuk individu atau kelompok orang di tempat yang tidak terlihat orang lain merupakan bentuk awal dari matsuri. Pada saat ini, Ise Jingū merupakan salah satu contoh kuil agama Shinto yang masih menyelenggarakan matsuri dalam bentuk pembacaan doa yang eksklusif bagi kalangan terbatas dan peserta umum tidak dibolehkan ikut serta. Sesuai dengan perkembangan zaman, tujuan penyelenggaraan matsuri sering melenceng jauh dari maksud matsuri yang sebenarnya. Penyelenggaraan matsuri sering menjadi satu-satunya tujuan dilangsungkannya matsuri, sedangkan matsuri hanya tinggal sebagai wacana dan tanpa makna religius

Dewa Dewi

Dewi matahari Shinto disebut Tensho Daijin yang juga dikenal dengan Amaterasu Omikami. Amaterasu adalah Ratu dari seluruh “Kami”, ia adalah anak dari Izanagi dan Izanami (Dewa Pencipta dari mitologi Jepang). Keluarga Kekaisaran Jepang mengatakan bahwa mereka adalah keturunan langsung dari garis keturunan Dewi Amaterasu. Oleh karena itu maka para Kaisar Jepang dianggap sebagai keturunan para dewa. Kamus Istilah dan Konsep Buddhis menyertakan informasi berikut berkaitan dengannya: “Dewi Matahari yang terdapat dalam mitologi Jepang, yang belakangan diadopsi menjadi seorang dewa pelindung dalam Buddhisme. Menurut catatan sejarah tertua, Kojiki (Catatan tentang Hal-hal Kuno) dan Nihon Shoki (Sejarah Negeri Jepang), ia adalah pemimpin mahkluk gaib dan juga leluhur dari keluarga kerajaan. Dalam banyak tulisannya, Nichiren Daishonin memandang Tensho Daijin sebagai personifikasi dari perbuatan-perbuatan yang melindungi kemakmuran orang-orang yang memiliki hati kepercayaan dalam Hukum Sejati.”

Kitab Suci

Kitab suci agama Shinto yang paling tua ada dua buah, yang disusun sepuluh abad sepeninggal Jimmu Tenno (660 SM) yang merupakan kaisar Jepang yang pertama, yaitu; Kojiki (Catatan dari hal-hal Kuno) yang mencatat peristiwa-peristiwa purbakala yang disusun pada 712 M, dan Nihongi (Sejarah Jepang) yang ditulis pada 720 M oleh seorang pangeran Jepang . Kemudian terdapat dua karya kemudian, yakni Yengishiki (Lembaga-lembaga pada masa Yengi), dan Manyoshiu yaitu kumpulan dari 10.000 daun adalah karya utama, tapi ini tidak dianggap sebagai kitab suci yang diwahyukan.

Tujuan Agama Shinto

Tujuan utama dari Shinto adalah mencapai keabadian di antara mahluk-mahluk rohani, Kami. Kami dipahami oleh penganut Shinto sebagai satu kekuasaan supernatural yang suci hidup di atau terhubung dengan dunia roh. Agama Shinto sangat animistik, sebagaimana kebanyakan keyakinan timur, percaya bahwa semua mahluk hidup memiliki satu Kami dalam hakikatnya. Hakikat manusia adalah yang paling tinggi, karena mereka memiliki Kami yang paling banyak. Keselamatan adalah hidup dalam jiwa dunia dengan mahluk-mahluk suci ini, Kami. Jalan Untuk Mencapai Tujuan Dalam Shinto keselamatan dicapai melalui pentaatan terhadap semua larangan dan penghindaran terhadap orang atau obyek yang mungkin menyebabkan ketidak sucian atau polusi. Persembahyangan dilakukan dan persembahan dibawa ke kuil untuk para Dewa yang dikatakan ada sejumlah 800 miliar di alam semesta. Manusia tidak mempunyai Tuhan tertinggi untuk ditaati, tapi hanya perlu mengetahui bagaimana menyesuaikan diri dengan Kami dalam berbagai manifestasinya. Kami seseorang tetap hidup setelah kematian, dan manusia biasanya menginginkan untuk berharga dan dikenang dengan baik oleh keturunannya. Oleh karena itu, pemenuhan kewajiban adalah unsur yang paling penting dari Shinto.





Baca selengkapnya ...
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2016. RiYan 聖人 - All Rights Reserved
Proudly powered by Blogger